NASKAH PUISI TERKURASI
Kumpulan puisi ini merupakan hasil kurasi yang menempatkan kualitas estetik dan kedalaman makna sebagai pijakan utama. Setiap teks dipilih untuk merepresentasikan keragaman suara, perspektif, dan pengalaman yang terjalin dalam tradisi sastra. Dengan narasi pembuka ini, pembaca diajak untuk menelusuri ruang refleksi, di mana puisi menjadi medium dialog antara individu dan semesta.
Alam Bercerita Ketika
Hutan. Kau adalah paru-paru dunia.
Hutan. Kau adalah pemberi habitat.
Hutan. Suasanamu membawa ketenangan
Hutan. Kini kau sungguh malang.
Si jago merah melahapmu.
Manusia-manusia rakus membabatmu.
Bagaimana bisa kita melupakanmu?
Kita hanya bisa berdoa untukmu.
-Kaisar Kentaro
Angin Berbisik Rahasia
Angin berbisik-bisik rahasia,
menyampaikan desah napas bumi yang terluka.
Hutan mengibaskan tangan-tangannya yang hijau,
memanggil gerimis yang menari di atas kaca.
— Semesta sedang merajut duka.
Sungai menangis, mengalirkan jeritan batu,
ombak bergulung, menghantam kesunyian pantai.
Gunung berdiri tegak sebagai saksi yang bisu,
menatap manusianya yang makin abai.
— Waktu terus berlari tanpa belas kasih
- Muhammad Reyfan
Suara dari Hutan Kalimantan
Dulu aku adalah hutan hijau,
tempat burung bisa datang dan pergi sesukanya,
rumah bagi banyak hewan,
Namun juga sebuah tempat
di mana manusia mencari udara segar.
Tapi sekarang aku telah berubah.
Lalu api datang dan membakar pepohonan,
asap menutupi langit,
dan tanahku berubah menjadi hitam.
Aku melihat hewan-hewan pergi,
mencari tempat untuk bertahan hidup.
Aku melihat pepohonan tumbang,
Kami melihat mereka lepas satu per satu,
saat mereka lenyap ke dalam nyala api.
Oh manusia,
tidakkah kau mendengar suaraku?
Aku mungkin tidak bisa berbicara,
tapi luka ini adalah ceritaku.
Dan selama ini, aku telah memberimu udara
yang membantu menyimpan air
dan melindungi tanah.
Tapi mengapa sekarang aku harus dibakar
karena tindakanmu sendiri?
Aku tidak meminta banyak.
Hanya jangan terus menghancurkanku.
Selamatkan hutan, selamatkan planet ini,
sebelum yang tersisa hanyalah abu.
Suatu hari nanti, jika aku kembali menjadi hijau,
jangan biarkan aku terluka lagi.
Sebab, segera setelah alam mulai menceritakan
kisahnya,
dan bukan hanya apa yang kau dengar adalah
api
tapi juga sebagai suara seseorang yang meminta
pertolongan
- Yusuf Mumtaz A
MIMPI DAN HARAPAN
Di antara sunyi malam,
Aku menatap langit yang jauh.
Bintang-bintang seakan berbisik,
“jangan berhenti melangkah.”
Aku pernah ragu pada jalan,
Takut langkahku salah arah.
Namun sebuah mimpi tetap menyala,
Meski kecil, meski hampir padam.
Harapan adalah cahaya,
Yang muncul setelah gelap panjang.
Ia mengajarkanku untuk mencoba,
Meski kegagalan datang berulang.
Mungkin jalanku tidak selalu mudah,
Mungkin aku akan tersesat sesekali.
Namun selama mimpi masih kupeluk,
Aku akan terus mencari pagi.
Karena aku percaya,
Setiap langkah memiliki arti.
Dan suatu hari nanti,
Mimpi yang dahulu hanya kubayangkan
Akan menjadi kenyataan yang kutemui
- Zhafira Fajar
MENGGAPAI BINTANG
Di langit malam yang sangat tinggi,
Bintang-bintang bersinar sunyi.
Seperti mimpi di dalam dada,
Indah berkilau selalu ada.
Aku memandang ke arah sana,
Melihat cahaya yang mempesona.
Ingin rasanya aku terbang,
Menjemput mimpi yang sedang terang.
Walau jaraknya sangat jauh,
Aku takkan mudah mengeluh.
Belajar giat setiap hari,
Agar impian dapat kucari.
Suatu saat nanti kan tiba,
Kupetik bintang dengan gembira.
Mimpi indah menjadi nyata,
Membuat bangga orang tercinta.
- Keenan
LANGKAH TANPA HENTI
Desir ombak laut berisik menembus telinga
Di bawah gemeruh yang tak kunjung reda
Di bawah langit sore yang mulai jingga
Aku berdiri tegak, dengan jiwa yang membara
Aku siap menghadapi badai yang akan datang
Aku siap mendaki gunung tantangan
Aku siap meraih cita-cita
Aku siap mencapai impian
Bagai cendrawasih yang terbang bebas
Menembus awan, melintasi samudra luas
Takkan berhenti sebelum semua tuntas
Meski lelah terkadang datang mengapa
Langkah ini takkan pernah mati rasa
- Satrio Salanggeni
MIMPI MENGALIR MENUJU CAHAYA
Aku melangkah dengan yakin,
Menuju tujuan yang kuinginkan.
Mimpi mengalir menuju cahaya,
Cahaya itu menuntun langkahku.
Langkah kecil yang terus berjalan,
Mendaki jalan yang penuh harapan.
Walau badai datang menghadang,
Aku bangkit, pantang menyerah.
Tak ragu dalam mengejar mimpi,
Karena mimpi itu tetap menyala.
Mimpi dan asa terus bersatu,
Menuntun langkah terus maju.
Berjuang tanpa menyerah,
Kuraih mimpi dengan penuh harapan.
Hari esok telah menanti,
Cahaya terang menyinari.
Aku melangkah dengan yakin,
Menuju tujuan yang ku yakin
_- Ammara Khairunnisa
Asa dalam Sunyi
Renungan di bawah cahaya bulan
Kalbu yang tenggelam dalam kesunyian
Merakit asa dengan senyuman
Menunggu takdir untuk berkenan
Bagaikan malam yang menunggu pagi
Melewati gelapnya buana untuk mencapainya
Dilakukan dalam sunyi namun pasti
Juga diam namun ada
Kutabur mimpi dalam asa
Menghiasi langkah sunyi di bentala
Tanpa ada kata lengkara
Yang kelak menjadikannya aswar
- Alifia Zhafira
Ketika Alam Bercerita
Malam itu bumi tidok diam.
ia bergerak tanpa memberi aba?
suara gemurun terdengar,
membuat banyak orang terbangun.
Di Nusa Tenggara Timur,
ada ruman yang tak lagı seperti dulu.
ada keluarga yang horus berkumpul di tempat
lain,
menunggu keadaan kembali tenang.
Alam sedang bercerita,
bukan dengan kata-kata
tetapi melalui tanah yang berguncang
dan air mata gang jatuh pelan.
Mungkin ini cara alam mengingatkan,
bahwa manusıa tidak selalu bisa
mengendalikan semuanya.
yang bisa kita lakukan adalah menjaga.
dan saling menjaga ketika
bencana datang.
- Qiana Althafunissa
Sang Rimba
Pepohonan yang merintih di tengah sunyi
Akar – akar menjerit tanah jadi tak suci lagi
Dahulu memeluk angin dalam ketenangan
Kini menyaksikan jelaga merenggut kehidupan
Bumi tak lagi berbisik pelan
ia berteriak lewat gemuruh air dan gurun tandus
yang meluas
Menagih janji manusia yang lupa menjaga
Menuntut luka – luka segera disapa
Dengarkanlah desir daun membawa pesan
Setiap tetes embun adalah air mata penyesalan
Jangan menunggu sampai semua suara membisu
Baru engkau sadar, alam inibutuh kasih kita
- Putri Fathina
Ketika Alam Bercerita
Angin berbisik di ujung senja,
Membawa kabar dari hutan,
tentang pohon-pohon yang kehilangan rumah,
dan burung-burung yang kehilangan tempat pulang.
Terlihat sungai yang sedang menangis,
membawa sampah yang entah darimana asalnya,
yang disebabkan oleh manusia,
dan dirasakan juga oleh manusia.
Jika alam terus kita lukai,
kemana kelak kita akan kembali?
Jagalah bumi sebelum terlambat,
karena alam adalah rumah kita.
- Aryo Mahameru
10 Hektare
Sayang, tidak apa-apa kita membakar 10 hektare hutan
Toh, Cuma 10 hektare
Biarkan percikan kecil api merambat melahap habis pepohonan
10 hektare saja
Toh, tidak semua binatang akan mati, sayang
Para petinggi juga tidak peduli
Toh, Cuma 10 hektare
- Veda Riuzahusna
Ketika Alam Berbunyi
Pagi membuka tirai langit
Mentari menyapa dengan kehangatan
Burung-burung terbang melintas Mengawali kisah penuh kedamaian
Dan berbisik bersama angin
Sungai mengalir membava cerita
Gunung berdiri menjadi saksi indahnya bumi yang kita punya
Namun alam kini mulai bersedih
hutan dan sungai terluka
alam hanya ingin kita peduli
agar bumi tetap menjadi rumah kita
Mari menzaga alam tercinta
dengan langkah kecil penuh makna
agar cerita indahnya terus terdengar
hinga nanti & selamanya
- Keisha Azkayla
Alam yang Berbisik
Angin berbisik,
daun menari,
Sungai mengalir.
membawa Cerita.
Gunung diam.
namun menyimpan pesan,
Bumi tidak bersuara,
namun merasakan luka
Dengarkanlah, manusia,
sebelum alam berhenti bercerita
karena mungkin
diamnya alam
adalah tanda
bahwa semuanya telah terlambat.
- Melody Aiesha
Alam yang Menangis
Dulu napasku sejuk di antara rimbunnya hutan,
Sungai-sungai jernih mengalir tenang dan damai
Namun kini asap tebal telah menyelimuti hutan,
Itu membuat alam yang Indah perlahan tercerai.
Api itu menjilat keserakahan yang tak kenal henti,
Melahap hijau abu dan debu kelabu
Hewan-hewan kehilangan tempat untuk berlindung
Terpinggirkan dalam kabut yang membuat sesak
Tanahku telah lelah mehahan luka yang amat dalam,
Air mataku tumpah menjadi banjir yang meluap,
Wahai manusia, dengarkan ini dengan tulus hati
Selamatkan alam kita sebelum semuanya terlambat
- Nikita Arumi Pasha
Hutan atau Kebun Asap?
Api membakar hutan Kalimantan
Asap hitam menutup langit
Pohon-pohon yang dulu menjadi rumah
Kini hangus menjadi abu dan perih
Kalimantan sedang terluka
Napasnya sesak oleh asap
Hewan kehilangan tempat tinggal
Manusia pun harus menahan gelap
Ke mana pemerintah saat hutan terbakar?
Ke mana janji untuk menjaga alam?
Jangan hanya datang membawa wacana
Saat rakyat sudah kehilangan udara
Hutan bukan sekadar lahan kosong
Bukan pula tempat mengejar keuntungan
Di dalamnya ada kehidupan
Ada masa depan anak cucu kita
Wahai pemerintah, dengarkan suara hutan
Jangan biarkan api terus berkuasa
Lindungi tanah dan masyarakat
Sebelum Kalimantan benar-benar kehilangan cahaya
Kalimantan bukan hanya sebuah nama
Ia adalah paru-paru kehidupan
Jika hutannya terus dibakar
Maka kita semua ikut kehilangan masa depan.
- Arcelion
Langit Kalimantan
Langit Kalimantan dipeluk jelaga
Menelan rumah para satwa tanpa sisa
Hutan hijau kini hangus dimakan jingga
Asap membumbung mencekik udara
Pohon-pohon tua runtuh menjadi arang
Jerit orang utan tenggelam di medan perang
Paru-paru dunia merintih digulung api
Menyiksa duka mendalam di tanah sendiri
- Kiasantina Shofwah
