YOGYAKARTA — SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta (Muchild) resmi meluncurkan Program Pembiasaan & Pendampingan Iqro’ 2026. Program ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen sekolah dalam menuntaskan buta aksara Al-Qur’an dan memastikan seluruh peserta didik memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar, tartil, dan percaya diri.

Berangkat dari hasil pemetaan awal pada kegiatan Ta’aruf Keislaman Muchild (TAKIM), program ini dirancang secara terstruktur dengan pendekatan yang humanistis dan menyenangkan bagi para siswa.
Fokus & Strategi Program Iqro’ Muchild 2026
- Kelompok Belajar Terintegrasi: Siswa dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca (Jilid 1–6), sehingga proses pendampingan berjalan lebih fokus dan efektif.
- Pendampingan Intensif (Intensive Mentoring): Kegiatan berlangsung setiap pagi sebelum jam pelajaran formal dimulai, didampingi langsung oleh tim guru ISMUBA (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab) serta fasilitator tersertifikasi.
- Evaluasi & Pengujian Berkala: Setiap kenaikan jilid diuji secara berkala untuk memastikan kerapian makhraj (tempat keluarnya huruf) dan ketepatan tajwid sebelum siswa beralih ke jenjang Tadarus Tahsin dan Tahfidz.

Mewujudkan Generasi Qur’ani
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menyampaikan bahwa penguatan literasi Al-Qur’an merupakan fondasi utama pendidikan karakter di Muchild.
“Kami ingin memastikan tidak ada satu pun siswa Muchild yang lulus tanpa kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik. Program Iqro’ ini adalah langkah awal untuk menanamkan rasa cinta siswa terhadap Al-Qur’an sejak dini,” ungkapnya.
Dengan berjalannya Program Iqro’ 2026 ini, SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta optimistis dapat terus mencetak generasi yang unggul secara akademis sekaligus memiliki kedalaman spiritual yang kuat.

